BOM DI MAKASSAR ," ISLAM TERORIS ?"BERIKUT FAKTA TENTANG 30 AYAT JIHAD DI ALQURAN
BOM MAKASSAR , ISLAM TERORIS ?BERIKUT FAKTA TENTANG 30 AYAT JIHAD DI ALQURAN
Subang_Nethabibie.blogspot.co.id_Agama Islam melarang tindakan bunuh diri dengan segala macam cara apapun ,apalagi sampai membunuh orang banyak yang tidak bersalah .
Allah melarang tindakan bunuh diri karena hanya Dialah yang berhak mengambil kehidupan.
Menyikapi yang kini terjadi dugaan bom bunuh diri di gereja katedral Makassar oleh sepasang suami istri yang baru menikah selama 6 bulan terakhir . Sungguh tidak dibenarkan perbuatan itu sekalipun bagi orang yang memeluk agama maupun tidak . Karna membunuh diri dan membunuh orang adalah tindak kejahatan ,akan bertolak belakang dengan hukum Negara dan Agama . Mungkin ada baiknya telusuri fakta langsung dari isi ajaran Agama yang sering dikaitkan dengan bom bunuh diri agar tidak terjadi salah paham dan provokasi antar umat beragama .
Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda, yang artinya “Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di hari kiamat” (HR Bukhari no. 6105, Muslim no. 110) .
Dalam sabda lainnya juga , Nabi Muhammad mengatakan “ Dahulu ada seorang lelaki yang terluka, ia putus asa lalu mengambil sebilah pisau dan memotong. Darahnya terus mengalir hingga ia mati. Allah Ta'ala berfirman: ”Hambaku mendahuluiku dengan dirinya, maka aku haramkan surga” (HR. Bukhari no. 3463, Muslim no. 113).
Bagaimana seorang muslim berani bunuh dirinya padahal dia tau akan diharamkannya surga atas dirinya ?
Larangan bunuh diri dan membunuh makhluk lain yang tidak dibenarkan Allah SWT adalah pelajaran dasar untuk umat islam . Berikut 30 ayat tentang ajaran jihad yang dibenarkan ALLAH SWT :
1. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَا لَّذِيْنَ هَا جَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰٓئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
innallaziina aamanuu wallaziina haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi ulaaa`ika yarjuuna rohmatalloh, wallohu ghofuurur rohiim
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218)
2. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لِلْفُقَرَآءِ الَّذِيْنَ اُحْصِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ضَرْبًا فِى الْاَ رْضِ ۖ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ اَغْنِيَآءَ مِنَ التَّعَفُّفِ ۚ تَعْرِفُهُمْ بِسِيْمٰهُمْ ۚ لَا يَسْــئَلُوْنَ النَّا سَ اِلْحَــافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِ نَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
lil-fuqorooo`illaziina uhshiruu fii sabiilillaahi laa yastathii'uuna dhorbang fil-ardhi yahsabuhumul-jaahilu aghniyaaa`a minat-ta'affuf, ta'rifuhum bisiimaahum, laa yas`aluunan-naasa il-haafaa, wa maa tungfiquu min khoiring fa innalloha bihii 'aliim
"(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 273)
3. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِيْنَ
am hasibtum ang tadkhulul-jannata wa lammaa ya'lamillaahullaziina jaahaduu mingkum wa ya'lamash-shoobiriin
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 142)
4. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا يَسْتَوِى الْقَا عِدُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ غَيْرُ اُولِى الضَّرَرِ وَا لْمُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ ۗ فَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ دَرَجَةً ۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰى ۗ وَفَضَّلَ اللّٰهُ الْمُجٰهِدِيْنَ عَلَى الْقٰعِدِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا ۙ
laa yastawil-qoo'iduuna minal-mu`miniina ghoiru ulidh-dhorori wal-mujaahiduuna fii sabiilillaahi bi-amwaalihim wa angfusihim, fadhdholallohul-mujaahidiina bi-amwaalihim wa angfusihim 'alal-qoo'idiina darojah, wa kullaw wa'adallohul-husnaa, wa fadhdholallohul-mujaahidiina 'alal-qoo'idiina ajron 'azhiimaa
"Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 95)
5. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَا بْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wabtaghuuu ilaihil-wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la'allakum tuflihuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)
6. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ ۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَا فُوْنَ لَوْمَةَ لَآ ئِمٍ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu may yartadda mingkum 'ang diinihii fa saufa ya`tillaahu biqoumiy yuhibbuhum wa yuhibbuunahuuu azillatin 'alal-mu`miniina a'izzatin 'alal-kaafiriina yujaahiduuna fii sabiilillaahi wa laa yakhoofuuna laumata laaa`im, zaalika fadhlullohi yu`tiihi may yasyaaa`, wallohu waasi'un 'aliim
"Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 54)
7. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَا جَرُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَا لَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْۤا اُولٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يُهَا جِرُوْا مَا لَـكُمْ مِّنْ وَّلَايَتِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ حَتّٰى يُهَا جِرُوْا ۚ وَاِ نِ اسْتَـنْصَرُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ اِلَّا عَلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَا قٌ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
innallaziina aamanuu wa haajaruu wa jaahaduu bi`amwaalihim wa angfusihim fii sabiilillaahi wallaziina aawaw wa nashoruuu ulaaa`ika ba'dhuhum auliyaaa`u ba'dh, wallaziina aamanuu wa lam yuhaajiruu maa lakum miw walaayatihim ming syai`in hattaa yuhaajiruu, wa inistangshoruukum fid-diini fa 'alaikumun-nashru illaa 'alaa qoumim bainakum wa bainahum miisaaq, wallohu bimaa ta'maluuna bashiir
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 72)
8. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَا جَرُوْا وَجٰهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَا لَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْۤا اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا ۗ لَّهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
wallaziina aamanuu wa haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi wallaziina aawaw wa nashoruuu ulaaa`ika humul-mu`minuuna haqqoo, lahum maghfirotuw wa rizqung kariim
"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 74)
9.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تُتْرَكُوْا وَلَـمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوْلِهٖ وَلَا الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيْجَةً ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
am hasibtum ang tutrokuu wa lammaa ya'lamillaahullaziina jaahaduu mingkum wa lam yattakhizuu ming duunillaahi wa laa rosuulihii wa lal-mu`miniina waliijah, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 16)
10. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَـآ جِّ وَعِمَا رَةَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ كَمَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَا يَسْتَوٗنَ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ۘ
a ja'altum siqooyatal-haaajji wa 'imaarotal-masjidil-haroomi kaman aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wa jaahada fii sabiilillaah, laa yastawuuna 'ingdalloh, wallohu laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin
"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zalim."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 19)
11. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ هَا جَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ ۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ
allaziina aamanuu wa haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi bi`amwaalihim wa angfusihim a'zhomu darojatan 'ingdalloh, wa ulaaa`ika humul-faaa`izuun
"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 20)
12. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ اِنْ كَا نَ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَ بْنَآ ؤُكُمْ وَاِ خْوَا نُكُمْ وَاَ زْوَا جُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَا لُ ٭ِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَا رَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَا دَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَا دٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
qul ing kaana aabaaa`ukum wa abnaaa`ukum wa ikhwaanukum wa azwaajukum wa 'asyiirotukum wa amwaaluniqtaroftumuuhaa wa tijaarotung takhsyauna kasaadahaa wa masaakinu tardhounahaaa ahabba ilaikum minallohi wa rosuulihii wa jihaading fii sabiilihii fa tarobbashuu hattaa ya`tiyallohu bi`amrih, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)
13. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنْفِرُوْا خِفَا فًا وَّثِقَا لًا وَّجَاهِدُوْا بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
ingfiruu khifaafaw wa siqoolaw wa jaahiduu bi`amwaalikum wa angfusikum fii sabiilillaah, zaalikum khoirul lakum ing kungtum ta'lamuun
"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 41)
14. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا يَسْتَـأْذِنُكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لْمُتَّقِيْنَ
laa yasta`zinukallaziina yu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhiri ay yujaahiduu bi`amwaalihim wa angfusihim, wallohu 'aliimum bil-muttaqiin
"Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin (tidak ikut) kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 44)
15. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْـكُفَّا رَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ وَا غْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗ وَ مَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
yaaa ayyuhan-nabiyyu jaahidil-kuffaaro wal-munaafiqiina waghluzh 'alaihim, wa ma`waahum jahannamu wa bi`sal-mashiir
"Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 73)
16. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَرِحَ الْمُخَلَّفُوْنَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلٰفَ رَسُوْلِ اللّٰهِ وَكَرِهُوْۤا اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَا لُوْا لَا تَنْفِرُوْا فِى الْحَـرِّ ۗ قُلْ نَا رُ جَهَـنَّمَ اَشَدُّ حَرًّا ۗ لَوْ كَا نُوْا يَفْقَهُوْنَ
farihal-mukhollafuuna bimaq'adihim khilaafa rosuulillaahi wa karihuuu ay yujaahiduu bi`amwaalihim wa angfusihim fii sabiilillaahi wa qooluu laa tangfiruu fil-harr, qul naaru jahannama asyaddu harroo, lau kaanuu yafqohuun
"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini. Katakanlah (Muhammad), Api neraka Jahanam lebih panas, jika mereka mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 81)
17. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ ذَاۤ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ اَنْ اٰمِنُوْا بِا للّٰهِ وَجَاهِدُوْا مَعَ رَسُوْلِهِ اسْتَـأْذَنَكَ اُولُوا الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَا لُوْا ذَرْنَا نَكُنْ مَّعَ الْقٰعِدِيْنَ
wa izaaa ungzilat suurotun an aaminuu billaahi wa jaahiduu ma'a rosuulihista`zanaka uluth-thouli min-hum wa qooluu zarnaa nakum ma'al-qoo'idiin
"Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik), Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya, niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 86)
18. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
رَضُوْا بِاَ نْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَا لِفِ وَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ
rodhuu bi`ay yakuunuu ma'al-khowaalifi wa thubi'a 'alaa quluubihim fa hum laa yafqohuun
"Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak memahami (kebahagiaan beriman dan berjihad)."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 87)
19. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لٰـكِنِ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ جَاهَدُوْا بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ لَهُمُ الْخَيْـرٰتُ ۖ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
laakinir-rosuulu wallaziina aamanuu ma'ahuu jaahaduu bi`amwaalihim wa angfusihim, wa ulaaa`ika lahumul-khoirootu wa ulaaa`ika humul-muflihuun
"Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 88)
20. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَ جَآءَ الْمُعَذِّرُوْنَ مِنَ الْاَ عْرَا بِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ الَّذِيْنَ كَذَبُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ سَيُصِيْبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
wa jaaa`al-mu'azziruuna minal-a'roobi liyu`zana lahum wa qo'adallaziina kazabulloha wa rosuulah, sayushiibullaziina kafaruu min-hum 'azaabun aliim
"Dan di antara orang-orang Arab Badui datang (kepada Nabi) mengemukakan alasan, agar diberi izin (untuk tidak pergi berperang), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 90)
21. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَـيْسَ عَلَى الضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضٰى وَلَا عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ مَا يُنْفِقُوْنَ حَرَجٌ اِذَا نَصَحُوْا لِلّٰهِ وَ رَسُوْلِهٖ ۗ مَا عَلَى الْمُحْسِنِيْنَ مِنْ سَبِيْلٍ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۙ
laisa 'aladh-dhu'afaaa`i wa laa 'alal-mardhoo wa laa 'alallaziina laa yajiduuna maa yungfiquuna harojun izaa nashohuu lillaahi wa rosuulih, maa 'alal-muhsiniina ming sabiil, wallohu ghofuurur rohiim
"Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit, dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 91)
22. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ثُمَّ اِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِيْنَ هَا جَرُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا فُتِنُوْا ثُمَّ جٰهَدُوْا وَصَبَرُوْۤا ۙ اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
summa inna robbaka lillaziina haajaruu mim ba'di maa futinuu summa jaahaduu wa shobaruu, inna robbaka mim ba'dihaa laghofuurur rohiim
"Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar, sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 110)
23. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَا دِهٖ ۗ هُوَ اجْتَبٰٮكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ هُوَ سَمّٰٮكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّا سِ ۖ فَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَا عْتَصِمُوْا بِا للّٰهِ ۗ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
wa jaahiduu fillaahi haqqo jihaadih, huwajtabaakum wa maa ja'ala 'alaikum fid-diini min haroj, millata abiikum ibroohiim, huwa sammaakumul-muslimiina ming qoblu wa fii haazaa liyakuunar-rosuulu syahiidan 'alaikum wa takuunuu syuhadaaa`a 'alan-naasi fa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata wa'tashimuu billaah, huwa maulaakum, fa ni'mal-maulaa wa ni'man-nashiir
"Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 78)
24. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَ جَاهِدْهُمْ بِهٖ جِهَا دًا كَبِيْرًا
fa laa tuthi'il kaafiriina wa jaahid-hum bihii jihaadang kabiiroo
"Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur'an) dengan (semangat) perjuangan yang besar."
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 52)
25. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَنْ جَاهَدَ فَاِ نَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
wa mang jaahada fa innamaa yujaahidu linafsih, innalloha laghoniyyun 'anil-'aalamiin
"Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 6)
26. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
wallaziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa, wa innalloha lama'al-muhsiniin
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)
27. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ ۙ وَنَبْلُوَاۡ اَخْبَا رَكُمْ
wa lanabluwannakum hattaa na'lamal-mujaahidiina mingkum wash-shoobiriina wa nabluwa akhbaarokum
"Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu."
(QS. Muhammad 47: Ayat 31)
28. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَا بُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ
innamal-mu`minuunallaziina aamanuu billaahi wa rosuulihii summa lam yartaabuu wa jaahaduu bi`amwaalihim wa angfusihim fii sabiilillaah, ulaaa`ika humush-shoodiquun
"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 15)
29. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَآءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِا لْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَآءَكُمْ مِّنَ الْحَـقِّ ۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِ يَّا كُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِا للّٰهِ رَبِّكُمْ ۗ اِنْ كُنْـتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَا دًا فِيْ سَبِيْلِيْ وَ ابْتِغَآءَ مَرْضَا تِيْ تُسِرُّوْنَ اِلَيْهِمْ بِا لْمَوَدَّةِ وَاَ نَاۡ اَعْلَمُ بِمَاۤ اَخْفَيْتُمْ وَمَاۤ اَعْلَنْتُمْ ۗ وَمَنْ يَّفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ السَّبِيْلِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuu 'aduwwii wa 'aduwwakum auliyaaa`a tulquuna ilaihim bil-mawaddati wa qod kafaruu bimaa jaaa`akum minal-haqq, yukhrijuunar-rosuula wa iyyaakum ang tu`minuu billaahi robbikum, ing kungtum khorojtum jihaadang fii sabiilii wabtighooo`a mardhootii tusirruuna ilaihim bil-mawaddati wa ana a'lamu bimaaa akhfaitum wa maaa a'langtum, wa may yaf'al-hu mingkum fa qod dholla sawaaa`as-sabiil
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus."
(QS. Al-Mumtahanah 60: Ayat 1)
30. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۙ
tu`minuuna billaahi wa rosuulihii wa tujaahiduuna fii sabiilillaahi bi`amwaalikum wa angfusikum, zaalikum khoirul lakum ing kungtum ta'lamuun
"(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui,"
(QS. As-Saff 61: Ayat 11)
Itu lah ayat - ayat tentang jihad yang Al Quran ajarkan , jika kamu setuju ISLAM BUKAN TERORIS , silahkan bagikan tulisan ini sebanyak - banyaknya . Agar dunia tau Islam itu indah .
Sebarkan ilmu dapat pahala .


Komentar
Posting Komentar